Puan Maharani : Pilihan Pejabat Kepala Daerah Dilakuan Transparan dan Terbuka

- Rabu, 11 Mei 2022 | 17:23 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani  (Instagram @puanmaharaniri)
Ketua DPR RI Puan Maharani (Instagram @puanmaharaniri)

JEJAK SULSEL - Ketua DPR RI, Puan Maharani mengingatkan pemerintah agar pemilihan penjabat kepala daerah dilakukan secara transparan dan terbuka bagi partisipasi publik. Partisipasi publik akan memperkuat legitimasi penjabat kepala daerah.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Armand Suparman.

Armand menegaskan partisipasi publik tidak dimaksudkan sebagai pemilihan oleh publik, tetapi publik bisa memberikan penilaian dan masukan terkait calon penjabat.

"Partisipasi dalam arti, publik tidak ikut memilih tetapi yang kita maksudkan adalah memberikan catatan, masukan atas bakal calon atau calon-calon yang disiapkan oleh Kemendagri untuk penjabat gubernur dan yang disiapkan gubernur untuk penjabat bupati atau wali kota," katanya, Rabu 11 Mei 2022.

Baca Juga: Prabowo-Puan Maharani vs Ganjar-Anies Siapa Yang Lebih Kuat? Begini Pandangan Pakar Politik

Catatan dan masukan publik itu, tutur Armand, diharapkan bisa membantu pemerintah dalam menentukan figur penjabat. Selain itu, partisipasi publik juga akan memperkuat legitimasi terhadap para penjabat.

"Dengan catatan publik itu pemerintah juga bisa memberikan atensi terhadap catatan-catatan itu, sehingga yang kita harapkan sebenarnya ketika ada catatan terkait dengan legitimasi para penjabat ini oleh beberapa pihak/pakar, tentu dengan partisipasi itu kita bisa mengisi ruang kosong itu," ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan pentingnya partisipasi publik dalam pemilihan penjabat kepala daerah. Pasalnya, para penjabat itu akan menghadapi beberapa tantangan dalam melaksanakan tugasnya, mulai dari merespons kebijakan pemerintah pusat dan pemulihan usai pandemi.

"Kemudian yang kita butuhkan adalah penjabat kepala daerah yang kompeten, berkapasitas dan berintegritas," ujar Armand.

Baca Juga: Hadiri TKKT Bulukumba, Harmansyah: Tak Ada Dualisme, Yang Ada Legal dan Ilegal

Halaman:

Editor: Rahmatullah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X