• Jumat, 1 Juli 2022

Keajaiban Sedekah di Bulan Ramadhan, Tema Kultum Singkat Bisa Disampaikan Juga Saat Khutbah Jumat

- Rabu, 6 April 2022 | 04:09 WIB
Ilustrasi sedekah. Berikut keajaiban sedekah selama Ramadhan, Bisa jadi tema kultum Singkat hingga jadi materi khotbah Jumat. (Unsplash)
Ilustrasi sedekah. Berikut keajaiban sedekah selama Ramadhan, Bisa jadi tema kultum Singkat hingga jadi materi khotbah Jumat. (Unsplash)

JEJAK SULSEL - Setiap amalan yang dilakukan selama bulan Ramadhaan 2022 diharapkan mendapatkan pahala dari Allah Taala, termasuk sedekah.

Ada banyak keajaiban sedekah di bulan Ramadhan bagi ummat Islam yang ikhlas bersedekah.

Informasi seputar keajaiban sedekah di bulan Ramadhan bisa Anda simak hingga akhir artikel ini. Pasalnya sedekah merupakan salah satu amalan sunnah yang dicintai Allah. Ada banyak hadist yang mengungkapkannya.

Salah satu keajaiban sedekah di bulan Ramadhan adalah pahala yang dilipatgandakan. Sama seperti amalan yang lainnya sepanjang dilakukan dengan niat yang ikhlas selama Ramadhan 2022.

Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Tarawih untuk Imam dan Makmum dan Niat Shalat Witir

Tentang keajaiban sedekah banyak jadi tema kultum Ramadhan, termasuk pada Ramadhan 2022 ini. Tidak hanya itu, bisa jadi referensi saat khutbah Jumat.

Tema tentang keajaiban sedekah di bulan Ramadhan selengkapnya berikut ini, sebagaimana dilansir Jejak Sulsel dari laman ngaji.id. Kultum Ramadhan ini disampaikan Ustadz Muhammad Romelan Hafidzahullahu Ta’ala.

Berikut naskah ceramah singkat atau kultum Ramadhan tentang keajaiban sedekah di bulan Ramadhan.

Baca Juga: Jadwal Buka Puasa 3 Ramadhan 1443 H, Wilayah Makassar dan Sekitarnya

Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan Salam mudah-mudahan terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kepada keluarganya, para Sahabatnya, dan seluruh pengikutnya.

Saudara-saudara yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Bulan Ramadhan adalah bulan dimana Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kesempatan kepada kita semuanya untuk memperbanyak ibadah, memperbanyak amal, karenanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan contoh kepada kita semua berbagai macam bentuk ibadah.

Baca Juga: Link Download Tadarus Alquran MP3 Terbaru, Dilantunkan Qory Internasional

Di antara ibadah tersebut adalah memperbanyak bersedekah, memperbanyak berinfak di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan sedekah itu memiliki makna yang luas, makna sedekah yang luas itu dicakup dalam hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

وَتُعِينُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ، وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ

“Engkau membantu seseorang dalam hal kendaraanya, engkau membantu orang tersebut naik ke atas kendaraanya atau mengangkatkan barang-barangnya ke atasnya adalah sedekah. Perkataan yang baik adalah sedekah.” (HR. Bukhari-Muslim)

تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu” (HR. At-Tirmidzi)

Baca Juga: Tanda Tangan JK Dipalsukan pengurus DMI Arief Rosyid, Ternyata Untuk Tujuan Ini

Maka sedekah memiliki makna yang luas, makna yang umum, dimana seluruh kebaikan yang kita berikan kepada orang lain itu masuk ke dalam makna sedekah. Sedangkan makna sedekah yang kedua, adalah sedekah dalam makna yang khusus, yaitu memberikan apa yang kita miliki untuk orang lain, memberikan harta yang kita miliki untuk saudara-saudara kita, maka itu masuk ke dalam makna sedekah yang lebih khusus.

وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Saudara-saudara yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Allah mengingatkan kaitannya sedekah dengan sifat bakhil, bahwa seseorang harus menjauhkan diri dari sifat bakhil, dari sifat kikir, sifat pelit.

Baca Juga: Ini cara ajarkan anak puasa Ramadhan agar bertahan hingga waktu berbuka puasa

Yang mana itu adalah sifat yang sangat mengotori jiwa kita. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan bahwa orang yang dijauhkan dari sifat bakhil tersebut, maka sungguh orang tersebut adalah orang yang beruntung.

Oleh karenanya Begitu pentingnya kita untuk melihat kepada diri kita, apakah kita termasuk dari orang-orang yang bakhil.

Terkadang seseorang tidak merasa bahwa dia termasuk dari orang-orang yang bakhil, dia sudah merasa berinfak, bersedekah, padahal ia tergolong kedalam orang-orang yang bakhil.

Halaman:

Editor: Rahmawati

Sumber: Ngaji.ID

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Manfaat Membaca Surat Al- Kahfi di Hari Jumat

Jumat, 1 Juli 2022 | 17:25 WIB
X